Home > Blog > Liburan Seru ke Bromo: Dari Kota ke Lautan Pasir

Liburan Seru ke Bromo: Dari Kota ke Lautan Pasir


Liburan kali ini saya dan beberapa teman memutuskan untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia yang sudah lama ada di daftar impian kami — Gunung Bromo. Perjalanan kami dimulai dari Bandung, meski ada juga yang berangkat dari Jakarta, jadi kami sepakat bertemu langsung di Surabaya sebagai titik kumpul.

🚆 Menuju Surabaya

Kami memilih naik kereta malam dari Stasiun Bandung menuju Surabaya Gubeng. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 jam, tapi suasananya menyenangkan — sambil ngobrol, mendengarkan musik, dan menikmati pemandangan malam di sepanjang jalur selatan Jawa. Bagi teman-teman yang berangkat dari Jakarta, mereka memilih naik pesawat ke Bandara Juanda Surabaya agar lebih cepat.

Setibanya di Surabaya pagi hari, udara masih segar, dan aroma kota besar bercampur dengan semangat petualangan yang baru dimulai. Kami sempat sarapan di salah satu warung soto legendaris dekat stasiun, lalu bersiap melanjutkan perjalanan menuju Bromo.

🚐 Perjalanan Menuju Bromo

Kami sudah memesan travel yang akan menjemput langsung dari Surabaya. Sopirnya ramah dan sudah sangat berpengalaman membawa wisatawan ke kawasan Bromo Tengger Semeru. Perjalanan menuju kawasan Bromo memakan waktu sekitar 3–4 jam, melewati jalur berkelok dengan pemandangan perbukitan, ladang sayur, dan kabut yang mulai menyelimuti jalan.

Begitu memasuki kawasan Desa Cemoro Lawang, udara langsung berubah drastis — dingin, segar, dan penuh kabut tipis. Di sepanjang jalan tampak rumah-rumah khas warga Tengger yang sederhana tapi hangat suasananya.

🌄 Menyambut Matahari di Puncak Penanjakan

Sekitar pukul 3 dini hari, kami sudah dibangunkan oleh sopir travel untuk bersiap ke spot sunrise di Penanjakan 1. Kami naik jeep sewaan, menembus kabut dan jalan berbatu dalam gelap. Begitu sampai di puncak, rasa kantuk langsung hilang tergantikan oleh keajaiban alam — langit perlahan berubah warna, dari gelap pekat menjadi jingga keemasan, dan perlahan muncul matahari di balik siluet Gunung Semeru yang gagah di kejauhan.

Momen itu benar-benar magis. Semua orang terdiam beberapa detik, hanya menikmati pemandangan sambil menghangatkan tangan dengan kopi hitam yang dijual oleh warga sekitar.

🏜️ Lautan Pasir dan Kawah Bromo

Setelah sunrise, perjalanan dilanjutkan ke Lautan Pasir Bromo. Hamparan pasir luas membentang sejauh mata memandang. Kami menaiki kuda menuju tangga kawah, lalu melanjutkan dengan berjalan kaki hingga ke bibir kawah. Asap belerang mengepul lembut, sementara suara angin bergemuruh di sekitar.

Meski capek, rasa lelah itu hilang seketika karena pemandangan di atas benar-benar luar biasa — perpaduan langit biru, pasir, dan gunung yang memancarkan aura mistis tapi menenangkan.

🌾 Pulang dengan Kenangan Tak Terlupakan

Sebelum kembali ke Surabaya, kami sempat mampir ke beberapa spot foto di sekitar Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik. Pemandangannya sangat instagramable, cocok buat kenang-kenangan.

Sore harinya kami kembali ke Surabaya dengan hati penuh rasa syukur. Bromo benar-benar bukan sekadar destinasi wisata — tapi pengalaman spiritual dan alam yang membekas di jiwa.

Lainnya